Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan industri tekstil dan garmen sebagai sektor strategis nasional sebagai sinyal politik dan ekonomi yang sangat penting bagi keberlanjutan industri padat karya tersebut. Perhatian langsung dari kepala negara dinilai memberi kepastian arah kebijakan sekaligus harapan baru bagi pelaku industri yang selama ini menghadapi tekanan global.
Industri tekstil dan garmen Vietnam menargetkan nilai ekspor mencapai sekitar US$50 miliar dengan memanfaatkan restrukturisasi rantai pasok serta optimalisasi perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Target ambisius ini diproyeksikan tercapai dalam waktu dekat dan meningkat hampir US$3 miliar dibandingkan capaian tahun 2025, sejalan dengan arah pengembangan industri yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan integrasi lebih dalam ke rantai nilai global.
- Kejar Posisi Global, Prabowo Dorong Penyelamatan Industri Tekstil Nasional
- Pemerintah Pacu Kebangkitan Tekstil Nasional, Siapkan Insentif Hingga USD 6 Miliar
- Prabowo Dorong Penguatan Tekstil Nasional, Targetkan RI Jadi Pemain Global
- BMTP Kain Kapas Berlaku Mulai 2026, Industri Tekstil Minta Perlindungan hingga Hilir
- Indonesia Tawarkan Daya Saing Industri Padat Karya di WEF Davos 2026
Page 1 of 126
- You are here:
- Home
Berita Populer
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional