|
Bank Rakyat Indonesia (BRI) is committed to supporting the development of the fashion industry as one of the creative industries in Indonesia . This is as expressed by the Marketing Communications Division, BRI, Firman Taufick on Saturday (11/14) in Press Conference at the Jakarta Fashion Week (FJW) 09/10 at Pacific Place Jakarta.
"Basically we are ready to support the development of a bankable industry, like the fashion industry largely in the category of SMEs (Small Medium Enterprises) which is the core business of BRI," he said. Firman added that the bank BRI as entrenched in the micro-banking, seeks to expand service to urban areas. "Through the fashion show has always done in urban center, we are trying to get closer to the urban communities and supporting products in big cities," he explained. In the same place, Poppy Dharsono as a representative from designers asked the BRI to support Indonesia 's fashion industry by facilitating disbursement of fund to the designers. "We ask a commitment from the BRI to support Indonesia 's fashion, given many talented designers are stumbling capital problem," she said. Poppy also said that she is able to give recommendation for the talented fashion designers. In addition, BRI in cooperation with the Nurani Budaya Indonesia Foundation is organizing training in order to maintain the Kanoman batik from Cirebon as the batik is almost extinct. ”We do the training for the Kanoman batik not extinct. In fact, currently only five people who could make it," she explained. BRI Siap Dukung Industri Fesyen Nasional Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri fesyen sebagai salah satu industri kreatif di Indonesia. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Marketing Communication Division BRI, Firman Taufick di Press Conference Jakarta Fashion Week (FJW) 09/10 di Pacific Place Jakarta, Sabtu (14/11). “Pada dasarnya kami siap mendukung perkembangan industri yang bankable, seperti Industri fesyen yang sebagian besar termasuk dalam kategori UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang merupakan core business BRI,” tuturnya. Firman menambahkan BRI sebagai bank yang mengakar kuat di microbanking, berupaya memperluas pelayanan ke perkotaan. “Melalui pergelaran fesyen yang selalu dilakukan di pusat perkotaan kami berusaha untuk lebih dekat dengan masyarakat perkotaan dan mendukung produk-produk yang berada di kota besar,” paparnya. Di tempat yang sama, Poppy Dharsono sebagai perwakilan dari desainer meminta pihak BRI mendukung industri fesyen Indonesia dengan cara mempermudah pengucuran dana kepada para desainer. “Kami meminta komitmen dari BRI untuk mendukung fesyen Indonesia, mengingat banyak desainer berbakat yang tersandung masalah modal,” tegasnya. Poppy juga menyatakan kesanggupannya memberikan rekomendasi perancang busana yang berbakat. Selain itu, BRI bekerjasama dengan yayasan Nurani Budaya Indonesia menggelar pelatihan guna mempertahankan batik Kanoman asal Cirebon yang hampir punah. “Kami melakukan training agar batik Kanoman tidak punah, pada kenyataannya saat ini hanya tinggal lima orang saja yang bisa membuatnya,” jelasnya. |