Advertisement Advertisement Advertisement
Lost Password?
The performance of the textile and garment industry in 2016: Exports fell 1.9% while domestic garment consumption rose 2.2%.

Find millions of selling leads from around the world,now!
Featured Company
Pollyfin Canggih, PT

Data & Statistic
  Indonesia Manufacturing Export Import Data
  Performance of Indonesian Textile Industry and Textile Products ( Kinerja Tekstil Indonesia ) 2017

Special Feature
  Texprocess presents ‘Digital Textile Micro Factory’ for the first time
Home arrow Latest News arrow Advanced Fiber For The Future

Advanced Fiber For The Future PDF Print E-mail
Written by Maizer   
Thursday, 01 September 2016

Loom back ogled scientists to weave the fiber future. These advanced materials have been used in various high-tech fields such as medical, automotive or architectural. A weaving machine that does not make textiles for clothes, but for automobile airbags. Machine moves automatically, quickly and perfectly.


Components using pressure to put the yarn into fabric. A camera automatically detects even the smallest mistake. The detection capability is more appropriate than a weaver's best ability. If for clothing, a small mistake can still be tolerated. But in the field of advanced technologies such as airbag production, precision can decide between life and death.


There is another machine knitting yarn. Some strands together to form a piece of cloth. It is not made for a tailor, but for a surgeon. Knitted cross designed for lung surgery. To insert the lungs are clogged, and made by hand. It is designed to reduce pain in cancer patients. Compared to metal versions, knitted cross is flexible, and can function as a support to the material that prevents cancer.


Engineers Sebastian Gatzer: "The field of network design is very interesting, where we take cells from a patient, and combining the cells from the patient's body with the basic structure of the textile, to produce implants alive. That's the plan for the future that we could try to materialize."


Now, modern fiber can also be found in the sports car spare parts. Spoilers, mirrors or roof coverings can be made of carbon. Carbon fiber material is very lightweight, and can be identified by its distinctive structure. Components that are very powerful and expensive was created specifically as a layered sheet before reinforced with plastic. Special high-quality slabs produced at the Institute of Technology of Aachen.


Production of yarn for carbon materials: plastic materials were fired to solvents, and boosted become like a thread. Fiber then soaked repeatedly. But in this phase of the carbon is not mixed. When the production of carbon threads woven together with carbon reinforcement and affirmed through a chemical process. At a temperature of 200 to 300 ° C, carbon mixed with plastic thread into fiber composites. Now, looks like carbon fiber material, but has not reached the desired level of strength.


Only through subsequent heating at 1,200 ° C density and strength like that of a diamond can be achieved. In this process, the atoms in the carbon decomposed and re-tied. Expert engineering having similar Gunnar: "The research is important, producing carbon fibers by the method of energy efficiency. With the products are more environmentally friendly, and cost-saving, so that the fiber can be widely used."



Serat Canggih Untuk Masa Depan



Mesin tenun kembali dilirik ilmuwan untuk menenun serat masa depan. Material canggih ini telah digunakan di berbagai bidang berteknologi tinggi seperti kedokteran, otomotif atau arsitektur. Sebuah mesin tenun yang tidak membuat tekstil untuk pakaian, melainkan untuk airbag mobil. Mesin bergerak otomatis, cepat dan sempurna.


Komponennya menggunakan tekanan untuk menempatkan benang ke dalam kain. Sebuah kamera secara otomatis mendeteksi kesalahan kecil sekalipun. Kemampuan deteksi lebih tepat daripada kemampuan seorang penenun terbaik. Jika untuk pakaian, kesalahan kecil masih bisa ditolerir. Tapi di bidang teknologi canggih seperti produksi airbag, presisi bisa menentukan antara mati dan hidup.


Ada lagi mesin yang merajut benang. Beberapa helai benang disatukan untuk membentuk selembar kain yang halus. Ini tidak dibuat untuk seorang penjahit, tetapi untuk seorang ahli bedah. Rajutan silang didesain untuk operasi paru-paru. Untuk disisipkan pada paru-paru yang tersumbat, dan dibuat dengan tangan. Ini didesain untuk mengurangi rasa sakit pada pasien kanker. Dibanding versi metal, rajutan silang ini fleksibel, dan bisa berfungsi sebagai penunjang pada materi yang mencegah kanker.


Insinyur Sebastian Gatzer: "Bidang perancangan jaringan sangat menarik, di mana kita mengambil sel dari pasien, dan mengkombinasikan sel dari tubuh pasien dengan struktur dasar tekstil, untuk menghasilkan implan hidup. Itulah rancangan untuk masa depan yang kami usahakan bisa terwujud."


Sekarang, serat modern juga bisa ditemukan pada suku cadang mobil sport. Spoiler, cermin atau atap penutup bisa dibuat dari karbon. Material serat karbon ini sangat ringan, dan bisa diidentifikasikan berdasarkan struktur khasnya. Komponen yang sangat kuat dan mahal ini dibuat khusus sebagai lembaran berlapis sebelum dikuatkan dengan plastik. Lembaran khusus yang berkualitas tinggi ini diproduksi di Institut Teknologi Aachen.


Produksi benang untuk bahan karbon: bahan plastik ditembakkan ke cairan pelarut, dan dikuatkan menjadi seperti benang. Serat kemudian direndam berkali-kali. Tetapi di fase ini karbon belum dicampurkan. Saat produksi karbon benang-benang penguat dipintal bersama karbon dan dikokohkan lewat proses kimia. Pada suhu 200 hingga 300°C, karbon dicampur dengan benang plastik menjadi serat komposit. Sekarang, material tampak seperti serat karbon, tetapi belum mencapai taraf kekuatan yang dikehendaki.


Hanya lewat pemanasan berikutnya pada 1.200 °C kepadatan dan kekuatan seperti yang dimiliki berlian bisa tercapai. Dalam proses ini, atom-atom dalam karbon diurai dan diikat ulang. Pakar teknik mesin Gunnar Seide: "Dalam riset yang penting adalah, memproduksi serat karbon dengan metode efisiensi energi. Dengan itu produknya lebih ramah lingkungan, dan menghemat biaya, sehingga serat bisa digunakan secara luas."



More Latest News & Recent
Peraga Expo 2019 is held from 28 to 30 March 2019
Stäubli Technologies for manufacturing advanced textiles
The Government Sees Potential Muslim Clothing Exports to Canada
Online Business Training for Home Textile Industry Must Be Enhanced
Merdi Sihombing Amazes Fashion Lovers through Eco-Fashion
Latest Selling Leads
Printmate 2017-10-27
Label 2017-04-07
Canvas Fabric 2016-04-29
Women Underwear 2016-03-21
Latest Buying Leads
Twill Pants 2017-04-07
All Finish Fabric 2016-03-21
Cotton Waste 2014-02-03
Cotton Waste 2014-02-03
Anne Patricia Sutanto
Vice CEO
PT. Pan Brothers Tbk.
Application for a Willingness to Be Resource Person


 | Home | About Us | Contact Us | Organization Link | Our Publication | Advertisement | Sitemap | Web Impression | CSR | Term & Condition  | 
Copyright © 2008, All rights reserved by CV. Gaindo Pratama Indonesia.