Advertisement Advertisement Advertisement
 
 
Lost Password?
APSyFI: The national textile industry is headed for a trade deficit, 2018 exports grow 1% and imports grow 14% (yoy).--IKATSI: The growth of the national textile industry is still hampered by floods of imports, Indonesia needs a clothing security law.


	
Product
Find millions of selling leads from around the world,now!
Featured Company
TIFICO FIBER INDONESIA PT (PT. TIFICO)
PAN ASIA, PT
SUSILIA INDAH SYNTHETIC FIBERS INDUSTRIES, PT (SULINDAFIN)
Pollyfin Canggih, PT
PT. TESTEX TESTING AND CERTIFICATION

Data & Statistic
  INDONESIA' EXPORTS / IMPORTS OF TEXTILE COMMODITIES JAN-MAR 2019
  INDONESIA' EXPORTS / IMPORTS OF TEXTILE COMMODITIES

Special Feature
  Texprocess presents ‘Digital Textile Micro Factory’ for the first time
Home arrow Latest News arrow Indonesian Textile Attracts Global Market


				
			
			
Indonesian Textile Attracts Global Market PDF Print E-mail
Written by Maizer   
Thursday, 29 September 2016

Director General of Export Development (PEN), Ministry of Commerce, Arlinda admitted he is optimistic Indonesian textiles are still competitive in the global market. Arlinda optimism born Lantara Indonesian textile transaction results in Texworld 2016 exhibition which takes place on 12-15 September 2016 and then in Paris, France, Scooping total transactions amounting to more than USD 5 million,


 

“Estimasi total kontak dagang mencapai USD 5,5 juta. Nilai ini diperoleh dari delapan perusahaan yang difasilitasi Kemendag. Produk yang paling banyak diminati di antaranya polyester fabric, viscose ring yarn, cotton black dyed yarn, lace, print cotton, dan rayon yarn. Lebih dari 120 inquiry datang dari mitra dagang tetap Indonesia,” jelas Arlinda lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/9)

 

Arlinda menyampaikan bahwa, sebanyak 515 buyer dari 35 negara datang ke Paviliun Indonesia, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Argentina, dan Hungaria. Pameran ini menjadi sarana untuk mendapatkan akses ekspor ke pasar global produk tekstil karena dikunjungi oleh buyer dari seluruh dunia.

 

“Merek busana tenar dunia seperti Polo Ralph Lauren dan The Apparell Group adalah salah satu dari sederetan buyer yang berminat dengan tekstil Indonesia. Tak hanya itu, buyer Turki juga memiliki minat yang tinggi untuk tekstil Indonesia sehingga berpeluang meningkatkan ekspor ke Turki,” tambahya.

 

Menurut Arlinda, Pameran Texworld Paris merupakan pameran produk tekstil terbesar, terlengkap dan telah dikenal dunia. Selain itu Paris merupakan pusat mode dunia untuk para desainer internasional yang menampilkan tren terbaru.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, Texworld Paris 2016 diikuti oleh 987 exhibitors dari 27 negara dan menampilkan zona peserta khusus yaitu “Elite” exhibitor.

 

“Para peserta yang tergabung dalam zona elite ini merupakan hasil seleksi dari pihak penyelenggara dengan beberapa kriteria di antaranya memiliki kualitas produk dengan penilaian terbaik, harga produk yang kompetitif, sangat responsif, dan sistem logistik yang terbaik,” terang Arlinda.

 

Paviliun Indonesia, kata Arlinda, tampil dengan tema “Remarkable Indonesia” menempati lokasi di hall 4, Paris Le Bourget. Paviliun yang menempati area seluas 96 m2 ini merupakan hasil kerja sama antara Ditjen PEN dengan Atase Perdagangan Paris dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lyon.

 

Paviliun tersebut diisi delapan perusahaan Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yaitu, PT. Gistex (polyester woven fabric), PT.Hakatex (linen,cotton), PT. Sinar Para Taruna (wrap knitting plain,lace), PT. Sinar Continental (printing apparel), PT. Excellence Qualities Yarn (yarns), PT.Indo Hasasi (linen,cotton), PT. Kewalram (embroidered products), dan PT.Mayer Indah Indonesia (lace, embroidery, tulle & tricot).

 

“Sebagai platform promosi bagi industri tekstil dunia, Texworld menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan tekstil terutama industri fesyen kita yang telah berkembang pesat kepada pasar global,” ujar Arlinda.

 

Sebagaimana dilaporkan bahwa, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke Prancis pada semester pertama 2016 mencapai USD 46,52 juta. Prancis merupakan negara tujuan ekspor ke-8 Indonesia di kawasan Eropa.

 

“Posisi Indonesia masih dapat diperhitungkan sebagai negara penyuplai produk tekstil ke Prancis. Permintaan pasokan bahan baku pakaian atau tekstil ke Prancis pada 2015 cukup tinggi, yakni senilai USD 28,81 miliar,” tandasnya.

 
		
More Latest News & Recent
Textile Entrepreneurs Urge Acceleration of IEU-CEPA Ratification
Condition of Textile Industry and Textile Products (TPT) Problems And Proposed Solutions
KPPI Starts Investigation of Textile Import RI
Duniatex is like an elephant in the textile industry
Textile Market Growth Runs Stagnant
Latest Selling Leads
kain twill kembang 2019-03-26
Printmate 2017-10-27
Label 2017-04-07
Canvas Fabric 2016-04-29
POST   |   MORE
Latest Buying Leads
kain katun jepang 2019-03-26
Cari Kain 2019-03-26
Twill Pants 2017-04-07
All Finish Fabric 2016-03-21
POST   |   MORE
  EXPERT PERSPECTIVE
Export Perspective of Textiles Industry
Suharno
IKATSI Chairman
Export Perspective of Textiles Industry
Read more...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
 
 | Home | About Us | Contact Us | Organization Link | Our Publication | Advertisement | Sitemap | CSR | Term & Condition  | 
Copyright © 2008, All rights reserved by CV. Gaindo Pratama Indonesia.