Advertisement Advertisement Advertisement
 
 
Lost Password?
APSyFI: The national textile industry is headed for a trade deficit, 2018 exports grow 1% and imports grow 14% (yoy).--IKATSI: The growth of the national textile industry is still hampered by floods of imports, Indonesia needs a clothing security law.


	
Product
Find millions of selling leads from around the world,now!
Featured Company
TIFICO FIBER INDONESIA PT (PT. TIFICO)
PAN ASIA, PT
SUSILIA INDAH SYNTHETIC FIBERS INDUSTRIES, PT (SULINDAFIN)
Pollyfin Canggih, PT
PT. TESTEX TESTING AND CERTIFICATION

Data & Statistic
  INDONESIA' EXPORTS / IMPORTS OF TEXTILE COMMODITIES
  Indonesia Manufacturing Export Import Data

Special Feature
  Texprocess presents ‘Digital Textile Micro Factory’ for the first time
Home arrow Latest News arrow Textileone Seriously Working Digital Marketing


				
			
			
Textileone Seriously Working Digital Marketing PDF Print E-mail
Written by Maizer   
Thursday, 24 August 2017

Textileone started this year seriously working on the online market after 17 years of standing. This is the way the distribution and marketing companies of this textile product get around the stagnant market it is facing lately.

 

Major changes in business have occurred in recent years. Not only in Indonesia, but also globally. Business terdisrupsi with the rapid development of digital. The study results of Nielsen Cross Platform Report 2017 further strengthen this. Nielsen Consumer Media View survey in 11 cities in Indonesia with a sample of 17 thousand people, said that the Internet penetration grew very rapidly in second place by 44 percent, under the television that still leads 96 percent. While outdoor media 53 percent, 44 percent internet, 37 percent radio, 7 percent newspaper and the youngest magazine 3 percent.

 

So it is not wrong if Textileone, marketing and distribution companies in the field of textiles began this year serious work on online store. The company under PT Satu Cita Potenza (SCP), established since 2000, controls more than 30 percent of the market of uniform materials. "We are primarily targeting a special market of police uniforms," ​​said Yana Rusyana, Quality Assurance Manager of PT Satu Cita Potenza.

 

Founded by Erwin Kow, this company does not make its own textiles that it sells. "We have 7-8 partners who make Textileoone products, all products in accordance with the design and composition of our materials that develop, we have a special product development team," said Yana. He said, maybe people will see his company as a trading company, but actually trading is only a small part. Innovation and product quality are key to this company.

 

According to Yana, practically Textileone occupies the top three positions of textile players for uniform materials. "We just got back the project to provide uniform material of Bank Mandiri throughout Indonesia as much as 200 thousand yard. We get the order through our partner tailor. This is the third year they use materials from us, "he said.

 

Established when Indonesia is still in a period of economic crisis transition, the fabric marketed under the umbrella of the Textileone brand is widely used for uniforms of big companies such as Bank Mandiri, BCA Syariah, Bank Danamon, ANX, Citibank, Bank Bukopin, Unilever, Nestle, XL, ISS, Kompas, CNI, Pertamina, Krakatau Steel, AMILI, WIKA, KAI, Senayan City, PLN, POM Board, Crown Plaza, MMC Hospital, Pondok Indah Hospital, Tarakan Hospital, Directorate General of Taxes, Sampoerna, Nutrilon, Frisian Flag, Astra international and others.

 

"Under Textileone there are actually 23 brands, but 17 brands that we really manage now. Each of our fabrics is labeled with our brands, so no partners can use the fabric specifications we order them for sale. So there is an exclusive agreement, "explained a man who has 12 years working in Textileone. Textileone products are divided into three collections based on product class in sequence: Premier Collection for VIP textile products, Professional Collection for dynamic and professional and Career Collection for best class. The price difference in the three kinds of collection is about 20-30 percent.

 

"Our strength is innovated and product marketing, so we have our own team for product development," said Yana who met in Mal Kota Kasablanka Jakarta (16/08/2017). To support the creativity of work, therefore the working atmosphere must also support. Their 500 m2 office design in Cakung Cilincing North Jakarta, similar to those in the Google or Facebook digital companies, is very creative using colorful, colorful drawn and colored containers. Interior design was very modern.

 

So it's no wonder there are hundreds of different types of fabrics they can produce since the company was founded until now. Textileone is marketed through three business units. First, Network Business is a retail store with a total of 12 outlets throughout Indonesia owned by the company. Secondly, Wholesale is a business partner who sells Textileone fabrics consisting of distributors, tailors, and textile stores that number around 200s throughout Indonesia. Third, Special Trade, this is a corporate and government sale. "Our sales volume is greatest in Wholesale, more than 50 percent," he said.

 

Yana acknowledged in the last few years the business feels stagnant. Sales in their Wholesale division decreased by 20-30 percent. That's why it started building online shop since this year through www.textileone.com. Currently has managed to attract 10 thousands of resellers thanks to the start of this online store. While this online store has not really launched, its demand growth is very high around 30-40 percent. "Although the value is not as big as our Wholesale," he added.

 

 

 

 

Textileone Serius Garap Digital Marketing

 

Textileone mulai tahun ini serius menggarap pasar online setelah 17 tahun berdiri. Ini merupakan cara perusahaan distribusi dan marketing produk tekstil ini menyiasati stagnan-nya pasar yang dihadapi belakangan ini.

 

Perubahan besar dalam bisnis terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bukan saja di Indonesia, namun juga secara global. Bisnis terdisrupsi dengan makin pesatnya perkembangan digital. Hasil studi Nielsen Cross Platform Report 2017 makin menguatkan hal ini. Survei Nielsen Consumer Media View di 11 kota di Indonesia dengan sample 17 ribu orang, menyebutkan bahwa penetrasi internet bertumbuh sangat pesat berada di posisi kedua sebesar 44 persen, di bawah televisi yang masih memimpin sebesar 96 persen. Sedangkan media luar ruang 53 persen, internet 44 persen, radio 37 persen, koran 7 persen dan paling bungsu majalah 3 persen.

 

Maka itu tidak salah jika Textileone, perusahaan marketing dan distribusi dibidang tekstil mulai tahun ini serius menggarap toko onlinenya. Perusahaan di bawah PT Satu Cita Potenza (SCP) yang didirikan sejak tahun 2000 ini menguasai lebih dari 30 persen pasar bahan seragam. “Kami terutama mengusai pasar khusus seragam polisi,” ujar Yana Rusyana, Manager Quality Assurance PT Satu Cita Potenza.

 

Didirikan oleh Erwin Kow, perusahaan ini memang tidak membuat sendiri tekstil yang dijualnya. “Kami memiliki 7-8 partner yang membuatkan produk Textileoone, semua produk sesuai dengan desain dan komposisi bahan kami yang develop, kami punya tim khusus product development,” jelas Yana. Dikatakannya, mungkin orang akan melihat perusahaannya sebagai trading company, tapi sebenarnya trading itu hanya sebagian kecil saja. Inovasi dan kualitas produk menjadi kunci perusahaan ini.

 

Menurut Yana, bisa dibilang Textileone menempati posisi tiga besar pemain tekstil untuk bahan seragam. “Kami baru saja mendapat kembali project menyediakan bahan seragam Bank Mandiri seluruh Indonesia sebanyak 200 ribu yard. Kami mendapatkan pesanan itu melalui partner tailor kami. Ini merupakan tahun ketiga mereka menggunakan bahan dari kami,” ungkapnya.

 

Berdiri saat Indonesia masih dalam masa transisi krisis ekonomi, kain yang dipasarkan di bawah payung merek Textileone ini banyak digunakan untuk seragam perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Mandiri, BCA Syariah, Bank Danamon, ANX, Citibank, Bank Bukopin, Unilever, Nestle, XL, ISS, Kompas, CNI, Pertamina, Krakatau Steel, AMild, Wika, KAI, Senayan City, PLN, Badan POM, Crown Plaza, RS MMC, RS Pondok Indah, RS Tarakan, Dirjen Pajak, Sampoerna, Nutrilon, Frisian Flag, Astra international dan lainnya.

 

“Di bawah Textileone sebenarnya ada 23 merek, tapi 17 merek yang benar-benar sekarang kami kelola. Setiap kain kami ada label dengan brand-brand kami, jadi tidak bisa partner menggunakan spesifikasi kain yang kami orderkan ke mereka untuk dijual lagi. Jadi ada perjanjian ekslusif,” terang pria yang sudah 12 tahun bekerja di Textileone. Produk-produk Textileone dibagi dalam tiga koleksi berdasarkan kelas produk secara berurutan: Premier Collection untuk produk tekstil VIP, Professional Collection untuk dynamic and professional dan Career Collection untuk best class. Selisih harga di tiga macam koleksi ini sekitar 20-30 persen.

 

“Kekuatan kami diinovasi dan marketing produk, maka itu kami ada tim sendiri untuk pengembangan produk,” kata Yana yang ditemui di Mal Kota Kasablanka Jakarta (16/08/2017). Untuk menunjang kreatifitas kerja, karenanya suasana kerja pun harus menunjang. Desain kantor mereka seluas 500 m2 di Cakung Cilincing Jakarta Utara, mirip seperti di perusahaan-perusahaan digital macam Google atau Facebook, sangat kreatif menggunakan kontainer-kontainer yang disusun dan dicat warna-warni menarik. Desain interiornya pun sangat modern.

 

Maka itu tidak heran ada ratusan jenis kain yang mereka bisa hasilkan sejak perusahaan didirikan hingga sekarang. Textileone dipasarkan melalui tiga unit bisnis. Pertama, Network Business yaitu toko-toko ritel yang jumlahnya 12 gerai di seluruh Indonesia dimiliki sendiri perusahaan. Kedua, Wholesale yaitu partner bisnis yang menjual kain-kain Textileone yang terdiri dari distributor, tailor, dan toko tekstil yang jumlahnya sekitar 200an di seluruh Indonesia. Ketiga, Special Trade, ini merupakan penjualan korporat dan pemerintah. “Volume penjualan kami paling besar di Wholesale, lebih dari 50 persen,” katanya.

 

Diakui Yana dalam beberapa tahun terakhir bisnis terasa stagnan. Penjualan di divisi Wholesale mereka mengalami penurunan sekitar 20-30 persen. Sebab itulah pihaknya mulai membangun online shop sejak tahun ini melalui www.textileone.com. Saat ini telah berhasil menarik 10 ribuan reseller berkat mulai dikembangkannya toko online ini. Padahal online store ini belum benar-benar diluncurkan, pertumbuhan permintaannya sangat tinggi sekitar 30-40 persen. “Walau secara nilai belum sebesar Wholesale kami,” imbuhnya.

 

“Kami masih kembangkan dan perbaiki. Oktober akan hadir toko online versi terbaru kami, bahkan akan hadir di Google Playstore,” imbuh Canggih Ika Buana, Senior Manager Marcom, Business Development and Technology SCP. Untuk memudahkan distribusi partner distributor itu dijadikan dropshipper penjualan online ini. Dan pihaknya membangun tiga stockist yaitu Jakarta, Surabaya, dan Yogja. “Kami sedang kembangkan di Kalimantan juga, karena potensi pasar di sana luar biasa,” tambahnya.

 

Menurut Canggih saat ini jumlah karyawan perusahaan ada 200 orang termasuk yang mengelola toko-toko Textileone. Untuk yang khusus mengeloa digital strateginya sekitar lima orang. “Kami sudah menggunakan strategi digital marketing sebenarnya sudah lama, sebelum menyiapkan online store ini, dengan memiliki akun-akun di Twitter, Facebook, dan Instagram. Selain membangun strategi digital marketing, untuk mengikat partner menjual tinggi pihaknya memberikan gimmick marketing seperti satu buah mobil Toyota Sienta dan berbagai produk elektronik. “Kami sebenarnya mengingat partner dan klien di kualitas produk, gimmick itu pendorong saja,” kata Canggih. Yana menambahkan, standar kualitas kain yang dibuat sudah SNI yang mendapat pengukuhan dari Texpa-Badan Besar Tekstil.

 

Diharapkan dengan dikembangkannya online store, ratusan jenis bahan yang dimiliki bisa maksimal terjual. “Kami juga ingin agar tailor-tailor yang ada didaerah bisa kami raih lebih luas lagi. Saat ini jumlah tailor belum bisa digarap semua, baru sepertiga dari total tailor di Indonesia yang jumlahnya puluhan ribu. Daeler itu kebanyakan hanya menjual 5 brand, padahal kami ada 17 brand,” jelas Canggih. Saat ini Textileone memiliki 4 gudang penyimpanan kain dengan kapasitas 2,2 juta yard kain.

 
		
More Latest News & Recent
BRÜCKNER on ITMA 2019
Upstream Industrial Development is Key to Make Indonesia Manufacturing Center in Asia
Textile and Logistics Association Response to Increase of Imported Apparel
Economic Cooperation Diplomacy Continues to Chile
APSyFI & API Request Government to Fix Domestic Markets for Healthy Textile Industry
Latest Selling Leads
kain twill kembang 2019-03-26
Printmate 2017-10-27
Label 2017-04-07
Canvas Fabric 2016-04-29
POST   |   MORE
Latest Buying Leads
kain katun jepang 2019-03-26
Cari Kain 2019-03-26
Twill Pants 2017-04-07
All Finish Fabric 2016-03-21
POST   |   MORE
  EXPERT PERSPECTIVE
Export Perspective of Textiles Industry
Suharno
IKATSI Chairman
Export Perspective of Textiles Industry
Read more...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
 
 | Home | About Us | Contact Us | Organization Link | Our Publication | Advertisement | Sitemap | CSR | Term & Condition  | 
Copyright © 2008, All rights reserved by CV. Gaindo Pratama Indonesia.