Advertisement Advertisement Advertisement
 
 
Lost Password?
The performance of the textile and garment industry in 2016: Exports fell 1.9% while domestic garment consumption rose 2.2%.


	
Product
Find millions of selling leads from around the world,now!
Featured Company
TIFICO FIBER INDONESIA PT (PT. TIFICO)
PAN ASIA, PT
SUSILIA INDAH SYNTHETIC FIBERS INDUSTRIES, PT (SULINDAFIN)
Pollyfin Canggih, PT

Data & Statistic
  Trend Development of Export of Industrial Products Group-Perkembangan Ekspor Kelompok Hasil Industri
  Performance of Indonesian Textile Industry and Textile Products ( Kinerja Tekstil Indonesia )

Special Feature
  Texprocess presents ‘Digital Textile Micro Factory’ for the first time
Home


				
			
			
Role Of Textile Industry To The Economic Growth PDF Print E-mail
Wednesday, 24 June 2009
Ade Sudrajat
The Vice Chairman
Indonesian Textile Association (API)

Economic growth is becoming major focus lately. The economic growth is becoming a development standard of a country. So, what is textile industry influencing the economic growth? What is the problem in the textile industry? What is the opportunity of the textile industry in the forthcoming? Discussing textile industry and economic growth, The Vice Chairman of Indonesian Textile Association (API), Ade Sudrajat, has shared his views with Indotextiles.com. The following is an excerpt of the interview.

Q: At present the economic growth is becoming attention for the public. What is the role of industry to the economic growth?

A: Industry has big role in developing a country. The quickly growth of population must be answered by providing job field. In providing quickly job field, the industry is faster that other industrial sectors. The agricultural sector, for instance, absorbs worker slowly and in small number. However, the industry can absorb worker in shorter time in significant number as well. Roles in GDP, income capital, and supply and demand are determined by number of labor.

Q: What is the role of the textile against the industry?

A: In the non-oil sector, textile is the biggest contributing industry compared to other industries. Textile industry is the labor intensive industry can absorb more than one million. Textile industry also gets net foreign exchange by average of more than 5 billion per annum. 

Q: What is the contribution of textile industry against the gross domestic product (GDP)?

A: Textile contributes less than 4% of the GDP but in the manufacturing sector we give big contribution. 

Q: What is the textile market at present?

A: Our market is still smaller than Vietnam. The country can reach export value of nearly USD 9.3 billion. As new comer, Vietnam has leaved for Indonesia as the old player that only reaches export value of USD 10.5 billion. We are not much changing and it is problem for us. However, the problem is not in industry but in the country management. 

Q: What are the problems in the textile industry currently?

A: Energy makes a product has high competitiveness. If the energy sold in lower price, the product will be competitive in price. We must save to pay electricity due to the incorrectness and inefficiency of the centricity state-owned company PLN. It means that PLN has made a burden for industry. Other problem is that the trade system must be improved as well as the taxation to protect illegal import.      

Q: What is the impact of the bill of value-added tax (VAT) enhancement against the industry?

A: Enhancement of tax without paying attention to the whole economic condition is the government’s violence against the people. It will only make instability in politic and security.

Q: What is the condition of human resources?

A: Human resources are going to a better track. The government that approved 20% of the education budget in the State Budget is good step. Government will more focus on the vocational education than general education. For more than 40 years, we are educated to be general people. In the next to come, we must be specific people in different skill as well. It indicates that we will grow better.   

Q: What is the next protection?

A: We are still waiting for the next selected President’s actions. We must ask the candidates of the President about the target of time to settle the problems – like political contract. It is very important in the forthcoming. In recent condition, we must be leaved for Malaysia, Singapore, Thailand, and even Vietnam. To reach a progress, Indonesia must change style of leadership as well as change our paradigm.  

Q: What is the target of textile industry in 2009? How many percent?

A: We must be optimistic along with the increase of the population. In 2009, we target 4-5% growth. If the government is able to settle the problems, we will reach 10% growth.

Q: What is long-term target?

A: It depends on the next government. The next government must be able to handle the problems at present. In this condition, we cannot give long-term forecast. We will not different by 2015, so we must focus on the short term. *** 

 

 

Peran Industri TPT Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan utama akhir-akhir ini. Karena pertumbuhan ekonomi merupakan tolak ukur kemajuan suatu negara. Lantas bagaimana pengaruh industri TPT dalam pertumbuhan ekonomi? Apa yang menjadi masalah pada industri TPT? Serta bagaimana peluang industri TPT kedepan? Berikut cuplikan hasil wawancara dengan Ade Sudrajat Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) :

T : Saat ini pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan publik, peran industri terhadap ekonomi itu seperti apa?

J : Peran industri ini sangat besar dalam penyelenggaraan suatu negara, karena pertumbuhan dari warga masyarakat, pertumbuhan penduduk yang begitu cepat tentu harus disiapkan lapangan pekerjaannya. Dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang cepat ini tentu sektor lain tidak secepat sektor industri. Katakanlah sektor pertanian daya serapnya (tenaga kerja-red) sangat kecil, sangat lambat tapi cukup besar juga. Kemudian industri dapat menyerap dalam waktu pendek dengan jumlah yang signifikan. Sehingga peran dalam PDB, peran incomont capital, peran supply and demand kebutuhan masyarakat ditentukan oleh banyak atau tidaknya serapan tenaga kerja.

T : Peran industri TPT terhadap industri sendiri bagaimana?

J : Ya pasti dari sektor non migas, TPT masih mempunyai peran yang baik, masih nomor satu dibanding industri yang lain, karena mampu menyerap tenaga kerja yang besar di atas satu juta yang merupakan sektor padat karya. Kemudian kita menghasilkan nett devisa yang rata-rata pertahunnya diatas 5 milyar.

T : Besarnya / kontribusi industri TPT terhadap Produk Domestik Bruto?

J : Sektor industri TPT masih dibawah 4 % dari PDB, tapi dalam sektor manufaktur kita sangat besar dengan 4 % ini.

T : Pasar industri TPT Indonesia sekarang bagaimana?

J : Pasar kita tidak terlalu gembira dibandingkan dengan Vietnam yang gross-nya masih cukup signifikan, bahkan dia bisa mendekati eq USD 9,3 milyar sedangkan kita yang sudah 30 tahun lebih baru USD 10,5 milyar. Mereka baru 5 tahun sudah USD 9,3 milyar. Artinya kita tidak banyak berubah, tentu ada yang salah dalam diri kita dan harus disadari kesalahan itu apa dan permasalahan paling banyak bukan di industri namun di pengelolaan negara.

T : Permasalahan yang ada dalam industri TPT sekarang ini?

J : Energi tetap suatu yang membuat produk bisa berdaya saing tinggi, kalau energinya murah tentu bisa berdaya saing. Jadi kita berhemat hanya untuk membayar PLN, membayar keteledoran atau inefisiensi di PLN. Jadi seharusnya inefisiensi di PLN jangan ditimpakan pada kita. Masalah lainnya adalah sistem perdagangan kita harus segera diperbaiki dan juga kesadaran perpajakan dari seluruh sektor riil sehingga barang impor tidak bisa masuk.

T : Pengaruh rancangan undang-undang DPR terhadap kenaikkan PPN?

J : Kalau pajak naik tanpa memperhatikan kondisi perekonomian secara menyeluruh maka itu suatu bentuk kekerasan negara kepada masyarakat. Harusnya itu dilihat dari kemampuannya. Kalau kondisi tidak mampu maka akan membahayakan stabilitas politik dan keamanan.

T : Mengenai Sumber Daya Manusia sendiri?

J : Kalau SDM sudah menuju pada trek yang baik, karena trek yang baik ini diawali dengan pemerintah yang menyetujui 20 % APBN untuk pendidikan. Pemerintah akan memprioritaskan SMK daripada SMA, karena 40 tahun sekarang ini kita dididik untuk menjadi masyarakat yang generalisir. Kedepan kita harus menjadi orang-orang yang dengan keahliannya masing-masing. Itu suatu hal yang menandakan kita akan maju.

T : Proyeksi kedepannya seperti apa?

J : Kita sangat bergantung kepada siapa yang akan menjadi presiden, mau lanjutkan atau lebih cepat lebih baik atau pro rakyat. Kita harus menanyakan kepada capres ini target waktu untuk menyelesaikan masalah yang ada, ya semacam kontrak politik. Berapa lama waktu untuk menyelesaikannya. Itu suatu hal yang sangat penting kedepannya. Kalau Indonesia seperti yang lama-lama ini Indonesia akan ketinggalan. Pertama kita ketinggalan oleh Malaysia kemudian Singapura dan sekarang ketinggalan sama Thailand, sebentar lagi akan ketinggalan sama Vietnam. Jadi Indonesia mau menjadi negara apa? Kalau kita terus memimpin dengan gaya-gaya sekarang, kita harus merubah paradigma kita.

T : Target yang ingin di capai industri TPT seperti apa di tahun 2009? Berapa persen?

J : Kita tetap optimis naik seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah. Tahun 2009 ini kita tidak muluk-muluk dengan pertumbuhan target 4-5 %. Kalau pemerintah mampu menyelesaikan dua hal tadi kenaikan bisa mencapai 10 %.

T : Target jangka panjangnya bagaimana?

J : Tergantung pemerintahnya siapa, kalau dia berani menyelesaikan dalam waktu tertentu. Tentu kita bisa memproyesikan jangka panjang, kalau seperti yang sekarang-sekarang ini kita tidak bisa memproyeksi. Mungkin tahun 2015 tidak akan jauh berbeda, jadi jangka pendeknya dulu.***


 
		
More Latest News & Recent
Application for a Willingness to Be Resource Person
Strengthen Domestic Supply Chain to Survive
Strengthening the fabric production sector To strengthen the integration of upstream-downstream
Right Time To Invest
European Textile and Apparel Market Condition
Latest Selling Leads
Printmate 2017-10-27
Label 2017-04-07
Canvas Fabric 2016-04-29
Women Underwear 2016-03-21
POST   |   MORE
Latest Buying Leads
Twill Pants 2017-04-07
All Finish Fabric 2016-03-21
Cotton Waste 2014-02-03
Cotton Waste 2014-02-03
POST   |   MORE
  EXPERT PERSPECTIVE
Anne Patricia Sutanto
Vice CEO
PT. Pan Brothers Tbk.
Application for a Willingness to Be Resource Person

 

Read more...
Advertisement
Advertisement
 
 | Home | About Us | Contact Us | Organization Link | Our Publication | Advertisement | Sitemap | Web Impression | CSR | Term & Condition  | 
Copyright © 2008, All rights reserved by CV. Gaindo Pratama Indonesia.