Domestic Market is Needs Government Alignments
Written by editor   
Friday, 21 April 2017

Within a few years textile industry performance continues to fall. The value of exports in 2016 fell back to USD 11.8 billion from USD 12.1 billion in 2015. While the domestic market, although the consumption of garments and other finished goods in the country rose from USD 14.6 billion by 2015 to $ 14.9 billion in 2016, but the portion of sales of domestic product is still only 75%, down considerably compared to 2013 with 86% for the domestic market is still gradually undermined imported products.

Image

 

Even worse things happen at the fabrics manufacture, where products imported fabric control 40% of market share, whereas in 2013 only 30%, even in 2008 imported fabrics only control 20% of the domestic market. The result is felt mainly by the industrial sector weaving, knitting, where many companies have cut production, laid off some employees even shut down the company.

 

Global markets are still recovering would still be the main reason for the downturn in export performance. But the big question on the domestic market. Countries with a population of 258 million people where the economy is growing well enough to encourage the growth of consumption, precisely imported products controlled domestic market and do not make it as a guaranteed market for domestic products.

 

In almost all countries, especially countries with very large populations such as China, India, Turkey and Brazil, the domestic market serve as a guaranteed market for local products, so that the country would be more in favor of local products. Moreover, if the country has integrated textile industry from upstream to downstream then they will seek to protect its market from upstream to downstream in order to maintain the growth of the textile industry in their country.

 

As one of the countries with a very large population and integrated structure of textile industry from upstream to the downstream, Indonesia goverment is obliged to make the domestic market as a guaranteed market for local products from upstream downstream. Import is only done for goods that are not produced domestically. While export-oriented company providing facilities remain without disturbing other companies domestic market oriented.

 

 

(Editor)

 

 

 

Pasar Domestik Perlu Keberpihakan Pemerintah

 

 

Dalam beberapa tahun terakhirkinerja industri tekstil dan produk tekstil terus turun. Nilai ekspor tahun 2016 kembali turun menjadi USD 11,8 Milyar dari USD 12,1 Milyar ditahun 2015. Sedangkan dipasar domestik, meskipun konsumsi garment dan barang jadi lainnya didalam negeri naik dari USD 14,6 Milyar ditahun 2015 menjadi USD 14,9 Milyar ditahun 2016, namun porsi penjualan produk dalam negeri masih hanya 75%, turun jauh jika dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 86% karena pasar domestik masih terus digerogoti produk impor.

 

Bahkan hal lebih parah terjadi di sekor pembuatan kain, dimana produk kain impor menguasai 40% pangsa pasar, padahal ditahun 2013 hanya menguasai 30%, bahkan ditahun 2008 kain impor hanya menguasai 20% pasar domestik. Akibatnya sangat terasa terutama oleh industri di sektor pertenuan, perajutan dimana banyak perusahaan telah mengurangi produksinya, merumahkan sebagian karyawan bahkan menutup perusahaannya.

 

Pasar global yang masih belum pulih tentu masih menjadi alasan utama keterpurukan kinerja ekspor. Namun pertanyaan besar ada di pasar domestik. Negara dengan populasi 258 juta orang dimana ekonominya bertumbuh cukup baik hingga mendorong pertumbuhan konsumsinya, justru pasar domestiknya dikuasai produk impor dan tidak menjadikannya sebagai jaminan pasar bagi produk dalam negeri.

 

Di hampir semua negara terutama negara dengan penduduk yang sangat besar seperti China, India, Turki dan Brazil, pasar domestik dijadikan sebagai jaminan pasar bagi produk lokal sehingga negara akan lebih berpihak pada produk lokal. Terlebih jika negara tersebut mempunyai industri tekstil yang terintegrasi dari hulu ke hilir maka merakan akan berupaya melindungi pasarnya dari hulu ke hilir demi menjaga tumbuh kembangnya industri tekstil di negara mereka.

 

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dengan struktur industri tekstil yang teritegrasi dari hulu kehilir, Indonesia wajib menjadikan pasar domestik sebagai jaminan pasar bagi produk dalam negerinya dari hulu kehilir. Dimana impor hanya dikhususkan untuk produk yang tidak diproduksi saja. Sedangkan perusahaan yang berorientasi tetap ekspor diberikan fasilitas tanpa mengganggu perusahaan lain yang berorientasi pasar domestik.

 

(Redaktur)

 

 

 
		
More From The Editor & Recent
National Textile Industry Need Paradigm Become a Trend Setter