Indonesian and Vietnamese Textile Competition in European Market
Written by Maizer   
Monday, 16 April 2018

Chairman of the Indonesian Textile Association Ade Sudrajat said the textile industry needs a boost from the government. Because, this year businessmen will get a pretty tough challenge.

 

 

"As we know, for textiles we are competing with Vietnam. They can get into Europe zero percent. Our market can be taken over, "said Ade, Sunday (8/4).

 

One way that can be done, continued Ade, is to increase productivity and new investments in the textile industry. After that, the government immediately negotiate with new markets.

 

"At least in 2020 we must dare to penetrate all markets in ASEAN. Young people in Indonesia at this time also have started to develop creative design, '' added Ade.

 

The government itself wants to encourage textile and textile products (TPT).

 

This can not be separated from the fact that the textile industry has become one of the major contributors to the export sector. The industry recorded a USD 12.59 billion or 10.1 percent of total manufacturing exports in 2017.

 

The textile industry also contributes 1.07 percent to gross domestic product (GDP). Meanwhile, investment value exceeded Rp 10.19 trillion in 2017.

 

 

Persaingan Tekstil Indonesia dan Vietnam  di Pasar  Eropa

 

 

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, industri tekstil membutuhkan dorongan dari pemerintah.Sebab, tahun ini pelaku usaha akan mendapatkan tantangan yang cukup berat.

 

”Seperti yang kita tahu, untuk tekstil kita bersaing ketat dengan Vietnam. Mereka sudah bisa masuk ke Eropa nol persen. Pasar kita bisa diambil alih,” ujar Ade, Minggu (8/4).

 

Salah satu cara yang bisa dilakukan, lanjut Ade, adalah meningkatkan produktivitas dan investasi-investasi baru di industri pertekstilan. Setelah itu, pemerintah segera berunding dengan pasar-pasar baru.

 

”Minimal pada 2020 kita harus berani menembus semua pasar di ASEAN. Anak muda Indonesia saat ini juga sudah mulai kreatif mengembangkan desain,’’ tambah Ade.

 

Pemerintah sendiri memang ingin mendorong industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

 

Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa industri tekstik menjadi salah satu sektor penyumbang ekspor yang cukup besar. Industri tersebut tercatat membukukan USD 12,59 miliar atau 10,1 persen dari total ekspor manufaktur pada 2017.

 

Industri TPT juga berkontribusi 1,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, nilai investasi menembus angka Rp 10,19 triliun pada 2017

 

 

 
		
More Latest News & Recent
The UV STANDARD 801 celebrates its 20th anniversary
LEATHER STANDARD by OEKO-TEX®
Continuity in the partnership between BRÜCKNER and TVOE in the Russian market
Bappenas: Stagnant Industry Productivity, Export Goods Still Homogeneous
Siberia needs Indonesian textiles and footwear