Factors Cause US Became Main Export Footwear Market Indonesia
Written by Maizer   
Monday, 11 March 2019
The United States is one of the main markets for Indonesian footwear products. The contribution of exports to Uncle Sam reached 27% of total exports.

 

The Indonesian Footwear Association (Aprisindo) noted that in addition to the US, the European Union  also  have large contribution to imports by 30%. However, contributions from the European Union consist of several countries, while the US is one country.

 

Budiarto Tjandra, Chair of Aprisindo Sports & Foreign  Relations Shoes Development, said the country led by Donald Trump are the importing country the world's largest shoe also has footwear factories.

 

He cited  reason  US could become the biggest shoe importing country was consumption factor, in addition to country's population of 325 million.

 

"The average one person in the US buys more than 4 pairs of shoes per year. In addition to fashion, it also regulates the season. In the US there are 4 seasons, each season is different, shoes, "he said.

 

In addition, US people also use different shoes for daily activities. "For example for sports, shoes used are different from those used for other activities," he added.

 

Meanwhile, 2018 footwear exports were received at a cost of US $ 5.11 billion, up 4.15% from the previous year of US $ 4.91 billion. In terms of growth, the leather industry, leather goods and footwear grew by 9.42% in 2018, up considerably from the previous year at 2.22%.

 

Shoe products sent  to the global market are sent  by footwear using 52% top (top) material from leather and shoes with 34% textile material.

 

 

Faktor Penyebab AS Pasar Ekspor Utama Alas Kaki Indonesia

 

 

 

Amerika Serikat menjadi salah satu pasar utama produk alas kaki buatan Indonesia. Kontribusi ekspor ke Negara Paman Sam tersebut mencapai 27% dari total ekspor.

 

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat selain AS, Uni Eropa juga menyumbang kontribusi besar terhadap impor sebesar 30%. Tetapi, kontribusi dari Uni Eropa terdiri dari beberapa negara, sedangkan AS merupakan satu negara.

 

Budiarto Tjandra, Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hubungan Luar Negeri Aprisindo, mengatakan saat ini negara yang dipimpin Donald Trump tersebut adalah negara importir sepatu terbesar di dunia walaupun di sana juga terdapat pabrik alas kaki.

 

Dia menyebutkan alasan AS bisa menjadi negara pengimpor sepatu terbesar adalah faktor konsumsi, selain jumlah penduduk negara tersebut yang sebesar 325 juta jiwa.

 

“Rata-rata satu orang di AS membeli lebih dari 4 pasang sepatu per tahun. Selain untuk mode, juga dipengaruhi musim. Di AS terdapat 4 musim, setiap musim beda-beda sepatunya,” ujarnya.

 

Selain itu, masyarakat AS juga cenderung menggunakan sepatu yang berbeda untuk kegiatan sehari-hari. “Misalnya untuk olahraga, sepatu yang digunakan berbeda dengan yang digunakan untuk kegiatan lain,” tambahnya.

 

Adapun, ekspor alas kaki sepanjang 2018 tercatat senilai US$5,11 miliar, naik 4,15% dari tahun sebelumnya yang senilai US$4,91 miliar. Dari sisi pertumbuhan, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 9,42% pada sepanjang 2018, naik cukup tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 2,22%.

 

Produk sepatu yang dikirim ke pasar global didominasi oleh alas kaki dengan menggunakan bahan atasan (upper) dari kulit sebesar 52% dan sepatu dengan bahan upper tekstil sebesar 34%.

 

 
		
More Latest News & Recent
Difficulties in Textile Raw Materials
Government Strategy to Increase Textile Industry Production
Clothing Sales in Ramadan Increase 20% But Majority from China
The Textile Industry in Ramadhan This Tends Decline 40%
The Textile Association Feel the Impact of China-American Trade War