| No. | Istilah / Term | Definisi & Penjelasan |
| 1 | A-Line | Potongan pakaian (rok atau gaun) yang sempit di bagian atas dan melebar secara bertahap ke bawah menyerupai huruf A. |
| 2 | Abaca | Serat alam yang diperoleh dari tanaman pisang-pisangan (Musa textilis), sangat kuat, tahan air asin, digunakan untuk tali dan tekstil industri. |
| 3 | Abrasion Resistance | Daya tahan serat, benang, atau kain terhadap gesekan permukaan yang dapat mengikis atau merusak struktur tekstil. |
| 4 | Absorbency | Kemampuan serat, benang, atau kain untuk menyerap kelembapan atau cairan ke dalam strukturnya. |
| 5 | Acetate | Serat selulosa buatan (selulosa asetat) dengan karakteristik mirip sutra, berkilau, lembut, dan sering dipakai untuk furing jas. |
| 6 | Acid Dye | Zat warna asam yang digunakan khusus untuk mewarnai serat protein (seperti wol dan sutra) serta serat nilon. |
| 7 | Acrylic | Serat sintetik berbahan dasar akrilonitril, memiliki karakteristik mirip wol (hangat, ringan, lembut) dan tahan sinar matahari. |
| 8 | Adhesive Bonding | Proses penggabungan dua lapisan kain atau lebih menggunakan bahan perekat (lem tekstil) dengan bantuan panas atau tekanan. |
| 9 | Aftertreatment | Proses penyempurnaan (finishing) tambahan setelah pewarnaan atau pencetakan untuk meningkatkan ketahanan luntur warna. |
| 10 | Aglet | Ujung plastik, besi, atau logam kecil yang menjepit ujung tali (seperti tali sepatu atau tali hoodie) agar serat tidak terurai. |
| 11 | Agronomical Fiber | Serat tekstil yang berasal dari hasil budidaya pertanian, seperti kapas, rami, lenan, dan serat alam lainnya. |
| 12 | Air Jet Spinning | Metode pemintalan benang modern yang menggunakan aliran udara berkecepatan tinggi untuk memilin serat menjadi benang. |
| 13 | Air Jet Weaving | Metode penenunan modern di mana benang pakan dimasukkan ke dalam mulut benang lusi menggunakan dorongan udara terkompresi. |
| 14 | Air Permeability | Tingkat kemampuan suatu kain untuk melewatkan aliran udara melintasi pori-porinya; indikator sirkulasi udara (breathability). |
| 15 | Albatross | Jenis kain wol ringan berpermukaan sedikit berkerut, biasanya ditenun dengan anyaman polos, digunakan untuk gaun atau syal. |
| 16 | Alginate Fiber | Serat buatan yang diekstrak dari rumput laut cokelat, bersifat larut air atau tahan air tergantung jenis garam logamnya. |
| 17 | Alpaca | Serat mewah alami yang berasal dari bulu hewan alpaka; sangat halus, ringan, hangat, dan hipoalergenik. |
| 18 | Alternating Twist | Metode pemilinan benang di mana arah pilinan bergantian antara arah S dan arah Z secara teratur. |
| 19 | Alumina Fiber | Serat anorganik tahan suhu sangat tinggi yang digunakan untuk kebutuhan tekstil teknis dan isolasi termal ekstrem. |
| 20 | Angora | Serat alami super lembut dan halus yang berasal dari bulu kelinci Angora, sering dicampur dengan wol untuk pakaian rajut mewah. |
| 21 | Aniline Dye | Zat warna sintetik organik pertama yang ditemukan dari turunan batu bara (tar), menghasilkan warna yang cerah. |
| 22 | Anorak | Jenis jaket luar bertudung (hoodie) tebal, tahan angin, dan tahan air, awalnya dipakai oleh suku Inuit. |
| 23 | Anti-Bacterial | Sifat atau zat penyempurnaan pada kain yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau. |
| 24 | Anti-Feathering | Sifat kain atau benang jahit yang mencegah terurainya serat halus pada ujung potongan atau area jahitan. |
| 25 | Anti-Static | Proses penyempurnaan kimiawi pada kain untuk mencegah akumulasi muatan listrik statis, umumnya pada serat sintetik. |
| 26 | Apparel | Istilah umum untuk menyebut segala jenis pakaian siap pakai yang dikenakan oleh manusia. |
| 27 | Applique (Aplikasi) | Ornamen dekorasi garmen berupa potongan kain kecil yang dijahit atau ditempelkan di atas permukaan kain yang lebih besar. |
| 28 | Apron | Kain pelindung berpita pengikat yang dikenakan di bagian depan tubuh untuk menjaga kebersihan pakaian utama saat bekerja. |
| 29 | Aramid | Serat sintetik super kuat dan tahan panas tinggi (misalnya Kevlar dan Nomex), digunakan untuk baju antipeluru dan pakaian pemadam. |
| 30 | Argyle | Motif rajutan tradisional berbentuk belah ketupat (diamond) berlapis dengan garis diagonal kontras, populer untuk sweater dan kaos kaki. |
| 31 | Armhole (Kerung Lengan) | Lubang atau potongan lengkung pada badan pakaian tempat lengan baju dipasang dan dijahit. |
| 32 | Asbestos | Serat mineral alami tahan api yang dahulu dipakai untuk baju pelindung panas, kini dilarang karena bahaya kesehatan korosif. |
| 33 | Asymmetrical | Desain potongan garmen yang sengaja dibuat tidak simetris atau tidak seimbang antara sisi kiri dan sisi kanan. |
| 34 | Atlas | Jenis kain tenun satin sutra berat berkilau yang berasal dari Asia Tengah atau Timur Tengah, memiliki permukaan sangat halus. |
| 35 | Attachment | Alat bantu tambahan yang dipasang pada mesin jahit (seperti sepatu corong kelim, ruffler) untuk mempermudah pengerjaan tertentu. |
| 36 | Auto-Tex | Istilah industri untuk tekstil yang dirancang khusus untuk komponen otomotif, seperti jok mobil, karpet, dan pembungkus atap. |
| 37 | Automated Cutting | Sistem pemotongan bahan garmen secara massal menggunakan mesin potong otomatis berbasis komputer (CAD/CAM). |
| 38 | Automated Inspection | Proses pemeriksaan kualitas kain atau garmen jadi secara otomatis menggunakan sensor kamera digital dan AI. |
| 39 | Auxiliary Agent | Bahan kimia pembantu yang ditambahkan dalam proses pencelupan, pencetakan, atau penyempurnaan tekstil. |
| 40 | Awn | Bagian tajam mirip janggut pada bulir tanaman serealia yang kadang menjadi kotoran serat alam saat panen. |
| 41 | Awl (Tusukan/Pendedel) | Alat runcing tajam bergagang kayu/plastik untuk membuat lubang penanda pada kain/kulit atau membantu membalik sudut kain. |
| 42 | Axminster | Jenis karpet tenun mewah berkualitas tinggi dengan tumpukan bulu benang wol tebal, ditenun dengan pola mekanis yang rumit. |
| 43 | Azlon | Istilah generik untuk serat buatan yang diproduksi dari protein alami yang diregenerasi, seperti susu, kedelai, atau jagung. |
| 44 | Azoic Dye | Zat warna naptol yang pembentukan pigmen warnanya terjadi langsung di dalam serat kain melalui reaksi kopling kimia. |