Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Sustainability Event 2026 sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 ini menghadirkan berbagai program edukasi dan aksi nyata yang melibatkan seluruh insan perusahaan.

Industri tekstil masih menjadi salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sebagai industri yang memiliki rantai pasok panjang, mulai dari bahan baku serat (fiber), kain (fabric), hingga produk jadi (garment), sektor ini membutuhkan analisis yang mampu menjelaskan hubungan antar kategori secara menyeluruh guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

Ketidakstabilan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak karena aktivitas produksinya sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil dan berkelanjutan.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas produksi di tengah perubahan kebutuhan pasar yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi salah satu solusi yang mulai diadopsi pelaku industri untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan.

Pemanfaatan serat alami sebagai bahan baku industri fesyen berkelanjutan terus mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satu upaya tersebut terlihat dari dukungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, terhadap inovasi yang dikembangkan Aruna Creative dalam mengolah serat tanaman rami menjadi material tekstil bernilai tinggi.