Pasar hijab, busana muslim, dan batik yang terus berkembang pesat menjadi pendorong utama pertumbuhan industri printing dan tekstil di Indonesia. Permintaan yang tinggi tidak hanya mencerminkan kekuatan pasar domestik, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri berbasis teknologi cetak tekstil.
Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 untuk produk obat-obatan, kosmetik, dan barang gunaan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mempercepat kesiapan industri nasional. Langkah ini difokuskan pada penguatan ekosistem halal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memastikan daya saing industri Indonesia di pasar global semakin meningkat.
Pelaku industri tekstil nasional mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik sebagai langkah adaptif menghadapi tekanan global yang kian meningkat. Ketidakpastian pasokan bahan baku serta lonjakan biaya produksi mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis demi menjaga keberlangsungan usaha.
Pameran tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara, Indo Intertex & Inatex 2026, kembali digelar pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran. Memasuki edisi ke-22, ajang ini semakin menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam mendorong inovasi, kolaborasi, serta pertumbuhan industri tekstil dan garmen, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia semakin fokus meningkatkan efisiensi energi melalui modernisasi mesin produksi. Langkah ini menjadi krusial seiring melonjaknya harga energi global akibat dinamika geopolitik, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Page 1 of 153