Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan posisi Indonesia tetap kuat dalam kesepakatan dagang terbaru dengan Amerika Serikat. Ia menepis kekhawatiran sejumlah pihak terkait dampak Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja diteken antara pemerintah Indonesia dan otoritas perdagangan AS, United States Trade Representative.
Kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru setelah kedua negara resmi menyepakati penghapusan tarif bea masuk menjadi 0 persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) asal Indonesia dengan skema kuota tertentu. Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi industri padat karya nasional yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan global.