Pemerintah India mengambil langkah strategis dengan menghapus bea masuk impor kapas selama lima bulan hingga 30 Oktober 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan kapas berkualitas tinggi dan bebas kontaminasi bagi industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tingginya permintaan ekspor benang dari pasar global.
Industri fashion halal Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan melalui berbagai inovasi yang mendukung terciptanya ekosistem halal yang menyeluruh. Salah satu langkah penting yang baru saja diwujudkan adalah kolaborasi antara Kain Halal by PT Milangkori Persada dan Delana Halal Fashion dalam menghadirkan inovasi halal yang mencakup seluruh rantai pasok industri tekstil, mulai dari bahan baku hingga produk akhir yang digunakan konsumen.
Industri fashion global saat ini menghadapi tantangan besar terkait keberlanjutan lingkungan. Setiap tahun, sektor ini menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga 134 juta ton pada tahun 2030 apabila tidak ada perubahan signifikan dalam pola produksi dan konsumsi. Sebagian besar limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Selama proses tersebut, limbah tekstil dapat melepaskan gas metana dan berbagai bahan kimia berbahaya yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan serta perubahan iklim. Kondisi ini menjadikan penggunaan tekstil daur ulang sebagai salah satu solusi penting yang tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi industri fashion global.
Kenaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2026 menjadi kabar positif bagi sektor manufaktur Indonesia. Kementerian Perindustrian mencatat IKI mencapai 53,56, meningkat dibandingkan posisi April 2026 yang berada pada angka 51,75. Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 20 subsektor berada dalam fase ekspansi dan menyumbang sekitar 97,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan pertama 2026.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin memperberat tekanan terhadap industri nasional. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kini memasuki fase bertahan hidup atau survival mode di tengah meningkatnya biaya produksi dan melemahnya daya beli masyarakat.
Page 1 of 167