Pelaku industri tekstil nasional mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik sebagai langkah adaptif menghadapi tekanan global yang kian meningkat. Ketidakpastian pasokan bahan baku serta lonjakan biaya produksi mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis demi menjaga keberlangsungan usaha.

Pameran tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara, Indo Intertex & Inatex 2026, kembali digelar pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran. Memasuki edisi ke-22, ajang ini semakin menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam mendorong inovasi, kolaborasi, serta pertumbuhan industri tekstil dan garmen, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia semakin fokus meningkatkan efisiensi energi melalui modernisasi mesin produksi. Langkah ini menjadi krusial seiring melonjaknya harga energi global akibat dinamika geopolitik, termasuk ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia mulai memperkuat langkah efisiensi energi melalui modernisasi mesin produksi. Upaya ini dinilai penting di tengah meningkatnya harga energi global yang dipicu ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mempercepat kesiapan sektor industri nasional menjelang pemberlakuan wajib sertifikasi halal untuk produk obat-obatan, kosmetik, dan barang gunaan pada 18 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri sekaligus memanfaatkan peluang besar di pasar halal global yang terus berkembang.