Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai tidak selalu berakhir pada meningkatnya angka pengangguran. Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) melihat kondisi tersebut juga berpotensi melahirkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) baru melalui usaha konveksi mandiri yang dirintis oleh para mantan pekerja.

Meningkatnya tekanan terhadap perekonomian nasional dinilai tidak lagi dapat dianggap sebagai gejolak sementara. Majelis Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Tekstil (KAHMI Tekstil) mengingatkan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan sinyal pelemahan yang berpotensi mempercepat deindustrialisasi apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah korektif.

PT Trisula International Tbk. (TRIS) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp15 miliar sebagai langkah menjaga stabilitas perdagangan saham perseroan di tengah kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi.

Perusahaan investasi Trisula Group resmi memperluas portofolio bisnisnya di sektor properti dengan menjadi mitra strategis sekaligus pemegang saham pengembang Easton Urban Kapital. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kedua perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis melalui tata kelola yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai penurunan kinerja sektor manufaktur nasional setelah Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke zona kontraksi pada Juni 2026. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa industri mulai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat melemahnya daya beli dan meningkatnya biaya produksi.