Penyelenggaraan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 kembali menjadi ajang penting bagi pengembangan industri manufaktur nasional. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran internasional yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, ini menjadi wadah bagi pelaku industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk memperkenalkan inovasi, memperluas jejaring bisnis, sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar global.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat sepanjang 2026. Selain mencatat pertumbuhan di atas rata-rata industri pengolahan nonmigas, sektor ini juga berhasil menarik investasi hingga Rp11,40 triliun pada semester I 2026, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri nasional.

Pemerintah terus mengupayakan penurunan tarif ekspor produk tekstil, garmen, dan alas kaki Indonesia ke Amerika Serikat hingga menjadi 0 persen sebagai langkah meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global. Langkah tersebut dilakukan di tengah penerapan tarif tambahan sebesar 10 persen oleh pemerintah Amerika Serikat melalui kebijakan Section 301 yang berkaitan dengan larangan impor barang hasil kerja paksa (forced labor).

Industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin menguat pada kuartal II-2026. Sektor ini berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 6,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan capaian kuartal I-2026 yang berada di angka 4,86 persen.

Majelis Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tekstil menyoroti semakin beratnya tekanan yang dihadapi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Organisasi tersebut menilai berbagai indikator ekonomi menunjukkan adanya gejala deindustrialisasi yang semakin nyata, terutama di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai pusat pertumbuhan industri tekstil Indonesia.