Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor modest fashion atau busana sopan sebagai salah satu potensi ekonomi yang dapat menjadi kekuatan baru bagi daerah. Industri fesyen muslim dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung oleh ekosistem produksi yang sudah terbentuk dari skala kecil hingga produksi massal.

Konflik global yang dipicu oleh serangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas perdagangan internasional, termasuk ekspor dari Jawa Barat ke kawasan Timur Tengah. Sejumlah pengiriman komoditas, khususnya produk tekstil, terpaksa ditunda setelah pembeli di kawasan tersebut meminta penangguhan pengiriman akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.

Kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang memberikan tarif 0 persen untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia dinilai membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar Amerika. Meski demikian, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa manfaat dari kebijakan tarif tersebut sangat bergantung pada kemampuan industri nasional dalam bersaing di pasar global.

Sentra tekstil di Majalaya kembali menunjukkan geliatnya di tengah tekanan industri melalui penyelenggaraan Festival Sarung Majalaya 2026 yang berlangsung selama empat hari pada akhir Februari 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pameran, diskusi, hingga pertunjukan budaya yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat dinilai belum tentu mampu memulihkan kondisi industri tekstil nasional. Walaupun perjanjian tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk tekstil Indonesia, struktur rantai pasok industri yang panjang membuat sektor ini tetap rentan terhadap perubahan kebijakan perdagangan internasional.