Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi di berbagai daerah. Kali ini, Yogyakarta menjadi salah satu pusat pengembangan talenta fesyen melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Subsektor Fesyen dengan skema Asisten Junior Designer.

Pemerintah mengambil langkah untuk mempercepat pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi kepada pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri padat karya. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga likuiditas perusahaan, memperkuat arus kas, dan memastikan kegiatan produksi tetap berjalan di tengah kebutuhan dunia usaha terhadap modal kerja.

Industri fesyen global tengah menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya produksi pakaian dan pola konsumsi masyarakat yang semakin cepat. Dalam 15 tahun terakhir, produksi tekstil meningkat berlipat ganda dan menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah setiap tahun. Kondisi ini tidak terlepas dari berkembangnya tren fast fashion yang menawarkan pakaian dengan harga murah dan pergantian model dalam waktu singkat, tetapi menyisakan persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Pakaian bekas yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna ternyata dapat menjadi sumber penghasilan jika diolah secara kreatif. Hal tersebut dibuktikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tangan Kedua yang dijalankan PT Patra Drilling Contractor (PDC) dengan melibatkan delapan perempuan penerima manfaat di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejak Juni hingga Oktober 2026, produk hasil olahan pakaian bekas dari program tersebut berhasil membukukan total penjualan mencapai Rp61 juta.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menginstruksikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk segera menuntaskan pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi. Percepatan tersebut terutama ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri padat karya, termasuk sektor tekstil, alas kaki, dan elektronik.