India kembali mengguncang pasar tekstil dunia dengan mencatatkan lonjakan impor kapas yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dari alat intelijen sumber daya TexPro, nilai impor kapas India meroket hingga 92,50 persen menjadi 1.927,716 juta dolar AS. Namun, angka yang lebih mencengangkan terlihat pada volume impor yang melambung sebesar 130 persen, mencapai 1.036,041 juta kg dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 451,424 juta kg. Kenaikan masif ini menandai pergeseran strategi industri tekstil India yang mulai memanfaatkan penurunan harga komoditas global untuk memperkuat stok bahan baku nasional.

Sri Lanka baru saja mencatatkan tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat daya saing industri garmennya di kancah internasional. Sebuah fasilitas pelatihan serbaguna yang megah resmi diresmikan di Sri Lanka Institute of Textile & Apparel (SLITA) yang berlokasi di Ratmalana. Proyek ambisius ini menelan investasi fantastis sebesar 520 juta Rupee Sri Lanka atau setara sekitar 1,66 juta dolar AS, sebuah angka yang mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan industri mode modern yang kian kompetitif.

Maret dan April biasanya menjadi periode emas yang dikenal sebagai "Maret Emas, April Perak" bagi industri tekstil di China. Namun, tahun ini suasana di pusat-pusat manufaktur seperti Shandong dan Hebei justru terasa mencekam. Alih-alih menggenjot produksi, banyak pabrik penyunatan kain justru terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan memangkas output atau bahkan menghentikan operasional mesin mereka sepenuhnya. Fenomena langka ini terjadi akibat volatilitas harga bahan baku yang menggila, dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyumbat jalur perdagangan vital dunia.

Lanskap perdagangan garmen global tengah mencatatkan sejarah baru pada tahun 2025. Vietnam secara resmi telah menggeser posisi Tiongkok sebagai pemasok utama jaket dan blazer ke pasar Amerika Serikat (AS), sebuah pencapaian yang menandai pergeseran struktural paling signifikan dalam empat tahun terakhir. Meski Tiongkok sempat memegang kendali penuh pada tahun 2022, akselerasi pertumbuhan Vietnam yang konsisten akhirnya berhasil meruntuhkan dominasi sang raksasa Asia Timur tersebut, sekaligus memperlebar jarak keunggulan di antara kedua rival bebuyutan ini.

Pasar mode Jepang menunjukkan tanda-tanda pemulihan konsumsi yang luar biasa pada awal tahun 2026. Setelah sempat bergerak lamban pada bulan pertama tahun ini, data sementara dari Kementerian Keuangan Jepang mengungkapkan lonjakan tajam pada angka impor pakaian dan aksesori. Pada Februari 2026, nilai pengiriman masuk produk mode ke Negeri Sakura tersebut meroket hingga 22,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai angka 328,148 juta yen atau setara dengan kurang lebih 2,06 miliar dolar AS. Kenaikan yang signifikan ini menandakan kembalinya gairah belanja konsumen Jepang di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.