Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru di sektor tekstil akan lebih efektif jika diarahkan pada sektor hulu dan intermediate, khususnya produksi serat, benang, dan bahan baku tekstil lainnya. Fokus tersebut dinilai dapat memperkuat struktur industri nasional sekaligus menjawab persoalan mendasar yang selama ini menekan industri tekstil dalam negeri.
Wacana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil dinilai berpotensi menjadi langkah yang tidak sejalan dengan upaya penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Pengalaman kegagalan BUMN tekstil di Indonesia maupun di sejumlah negara lain dianggap sebagai pelajaran penting agar intervensi negara tidak justru memperdalam krisis yang sedang dihadapi industri.
Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil mendapat tanggapan dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI). Ketua APSyFI Redma Gita Wirawasta menyatakan, rencana tersebut merupakan hasil kajian pemerintah yang juga melibatkan asosiasi pelaku industri, sehingga bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba.
Pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil dinilai berpotensi memperkuat daya saing industri nasional apabila diarahkan untuk menyelesaikan persoalan struktural yang selama ini membebani industri tekstil dalam negeri. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai kehadiran BUMN tekstil dapat menjadi instrumen strategis negara untuk menopang produksi dalam negeri di tengah tekanan impor yang kian besar.
- Impor Ilegal Membayangi Industri Tekstil, Insentif Dinilai Tak Menyentuh Akar Masalah
- Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru Pasca Pailitnya Sritex
- Pemerintah Pertimbangkan Insentif Tambahan demi Menjaga Industri Tekstil Nasional
- Heimtextil 2026 Menjadi Pusat Arah Industri Home Tekstil Global
- Stimulus Jumbo Pemerintah Angkat Harapan Industri Tekstil, Saham Bergerak Serempak
- Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Pertimbangan Utama Rencana BUMN Tekstil
- Rencana BUMN Tekstil Dinilai Berisiko, Pengamat Soroti Banjir Impor dan Pentingnya Insentif
Page 44 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia