Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkenalkan terobosan besar dalam penanganan pakaian bekas impor ilegal (balpres). Jika sebelumnya barang sitaan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan menelan biaya operasional tinggi, kini pemerintah memutuskan untuk mengolahnya menjadi bahan baku daur ulang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM tekstil di seluruh Indonesia.
Rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk menerapkan pelarangan impor pakaian bekas memunculkan beragam respons dari masyarakat. Kebijakan ini di satu sisi dianggap sebagai langkah strategis untuk melindungi industri tekstil dalam negeri yang tengah tertekan, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidup pada usaha thrifting.
Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional di tengah berbagai tantangan yang melanda sektor tersebut. Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk membahas kondisi terkini industri tekstil, termasuk salah satu perusahaan besar, Sritex, yang tengah menghadapi proses hukum.
Upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua dengan menjajaki kemitraan bersama Gajah Group, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk mengembangkan produksi batik khas Papua melalui UMKM binaan Tim Penggerak PKK Papua, sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.
Industri tekstil di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan setelah informasi mengenai kondisi para pengusahanya mencuat ke publik. Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, mengungkap bahwa sekitar 70 persen pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tekstil di wilayah yang dulu dikenal sebagai sentra produksi ini telah bangkrut. Bahkan, banyak di antara mereka terpaksa menjual mesin-mesin produksi dengan hitungan kiloan karena tak mampu bertahan di tengah tekanan pasar.
- Industri Tekstil Nasional Terpuruk Diterpa Gelombang Impor Murah
- Industri Tekstil Butuh Dukungan Nyata untuk Perkuat Daya Saing Nasional
- Lebaran 2026 Jadi Momentum Penentu Kebangkitan Industri Tekstil Nasional
- Ekspansi CTM Jadi Bukti Industri Tekstil Nasional Masih Tangguh Hadapi Persaingan Global
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Bangkitnya Industri Tekstil Nasional
- Ekspansi PT Citra Terus Makmur Jadi Bukti Optimisme Industri Tekstil Nasional
- Jawa Barat Perlu Diversifikasi Ekonomi untuk Redam Lonjakan PHK Tekstil
Page 68 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia