PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten yang bergerak di sektor tekstil dan garmen, kembali menunjukkan konsistensinya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Perseroan memutuskan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp7 miliar, atau setara Rp2,27 per lembar saham.
Media sosial tengah heboh dengan beredarnya video dari Guangzhou, China, yang memperlihatkan tumpukan pakaian grosir yang disebut-sebut siap dikirim ke Indonesia. Dalam video yang diunggah akun TikTok China Foreign Trade Clothing, tampak karung besar bertuliskan tujuan pengiriman ke berbagai kota, seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Palembang, hingga Medan.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus menjadi sektor strategis nasional yang berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta kontribusi ekspor. Pada semester I tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan 4,5% dengan kontribusi 1,22% terhadap PDB nasional. Nilai ekspor mencapai USD 5,86 miliar dengan surplus perdagangan sebesar USD 1,3 miliar.
Penetapan kenaikan upah buruh dinilai perlu berlandaskan formula yang jelas sesuai mekanisme serta keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Kepastian dasar perhitungan ini, menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sangat penting untuk menjaga iklim usaha sekaligus mempertimbangkan daya tahan tiap sektor industri.
PT Trisula International Tbk (IDX: TRIS) kembali menunjukkan ketahanannya di tengah tantangan industri tekstil. Perusahaan mencatat pertumbuhan laba bersih 20% pada semester I 2025, mencapai Rp51,58 miliar, serta penjualan sebesar Rp767,86 miliar yang naik 10% dibanding periode sama tahun lalu.
- Warga Indramayu Geruduk Pabrik Tekstil, Desak Rekrutmen Lebih TranspaWarga Indramayu Geruduk Pabrik Tekstil, Desak Rekrutmen Lebih Transparanran
- APINDO Anggap Pembebasan BMAD Jadi Penyeimbang Industri Tekstil Nasional
- Bayang-Bayang Mafia Kuota Impor dan Krisis Industri Tekstil Nasional
- Rupiah Menguat Seiring Sinyal Pemangkasan Suku Bunga dari The Fed
- Narasi Negatif Dinilai Hambat Pertumbuhan Industri Tekstil Nasional
- Kemenperin Kritik Paradoks Industri Tekstil Hulu: Tuntut Proteksi, tapi Gencar Impor
- Kisruh Mafia Kuota Impor Tekstil ; Perlu Campur Tangan Presiden
Page 94 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia