Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dinilai memberikan tantangan baru bagi industri padat karya nasional, khususnya sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri mebel dan kerajinan. Pelaku usaha menilai era suku bunga tinggi berpotensi menghambat investasi, memperbesar biaya produksi, hingga menekan permintaan pasar domestik.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta gejolak yang terjadi di pasar modal belakangan ini dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Pemerintah menilai sektor ini masih menunjukkan ketahanan yang kuat dan bahkan memiliki peluang untuk terus berkembang di tengah dinamika ekonomi global.