Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah berada pada titik krusial yang menentukan arah masa depannya. Dalam dua tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tekanan berat yang sering disebut sebagai “badai sempurna”. Arus impor ilegal yang semakin deras, melemahnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya standar pasar global menjadi tantangan nyata bagi para pelaku industri. Dalam kondisi tersebut, menjalankan bisnis dengan cara lama tidak lagi cukup. Industri tekstil kini dituntut untuk beradaptasi melalui inovasi teknologi agar dapat bertahan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kebutuhan masyarakat terhadap sandang terus berkembang seiring perubahan tren dan gaya hidup di era modern. Hal ini membuat berbagai jenis kain dan bahan pakaian semakin mudah ditemukan di berbagai toko tekstil untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Kementerian Perindustrian memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional siap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan ini didukung oleh kapasitas produksi yang dinilai masih memadai serta kinerja sektor industri yang relatif stabil.
Kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang membuka sekitar 99 persen tarif barang dari AS mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dosen Ekonomi Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Unggul Heriqbaldi, menilai bahwa dalam perspektif ekonomi internasional, perjanjian perdagangan antarnegara tidak selalu berlangsung secara simetris.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional siap menghadapi peningkatan permintaan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk di pasar domestik yang setiap tahun mengalami lonjakan konsumsi pada periode tersebut.
- Modest Fashion Dinilai Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kota Bandung
- Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Tekstil Jawa Barat, Pengiriman Ditunda dan Biaya Logistik Melonjak
- Peluang Ekspor ke AS Terbuka, Daya Saing Industri Indonesia Jadi Penentu
- Festival Sarung Dorong Kebangkitan Sentra Tekstil Majalaya di Tengah Tekanan Industri
- Tarif Nol Persen RI–AS Belum Tentu Pulihkan Industri Tekstil Nasional
- Airlangga Optimistis Industri Tekstil Indonesia Tetap Diminati Investor Global
- Konflik Timur Tengah Bayangi Industri Tekstil, Pengusaha Dorong Dukungan Pemerintah
Page 28 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia