Epson menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri cetak tekstil di Asia Tenggara melalui peluncuran whitepaper terbaru bertajuk Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth. Dokumen tersebut disusun bersama International Data Corporation (IDC) berdasarkan survei terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand.
Mananggapi kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat Aggreement on Reciprocal Trade (ART) khususnya di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), kelompok pengusaha kecil produsen pakaian jadi yang terhimpun dalam Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) menyatakan kekhawatirannya khususnya terkait dibukanya importasi worn clothing atau pakaian bekas.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan posisi Indonesia tetap kuat dalam kesepakatan dagang terbaru dengan Amerika Serikat. Ia menepis kekhawatiran sejumlah pihak terkait dampak Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru saja diteken antara pemerintah Indonesia dan otoritas perdagangan AS, United States Trade Representative.
Kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru setelah kedua negara resmi menyepakati penghapusan tarif bea masuk menjadi 0 persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) asal Indonesia dengan skema kuota tertentu. Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi industri padat karya nasional yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan global.
- Kuota Ekspor 0% ke AS Dinilai Berat, Industri Tekstil Terkendala Utilisasi dan Syarat Impor Kapas
- Pan Brothers Buka Suara Soal Impor Tekstil Bekas dari AS
- AGTI Pastikan MoU Dagang RI–AS Tetap Berjalan Meski Tarif Trump Dibatalkan
- BELL dan ZATA Cetak Rekor Tertinggi Setahun, Euforia Saham Tekstil Menguat
- Bozzetto Indonesia Dorong Inovasi dan Keberlanjutan Industri Tekstil melalui One Day Seminar
- Kuota Nol Tarif ke AS Dibuka, Tekstil dan Garmen Indonesia Masuki Babak Baru Perdagangan
- Akses Nol Tarif ke AS, Industri Tekstil Indonesia Siap Lompat 10 Kali Lipat
Page 32 of 109
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia