Industri tekstil global dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tekanan, mulai dari perubahan perilaku konsumen, meningkatnya biaya produksi, hingga persaingan ketat dari merek fast fashion berbasis digital asal Tiongkok. Namun di tengah kondisi tersebut, salah satu merek fesyen global, Zara, justru mampu mempertahankan kinerja bisnis yang kuat dan terus mencetak pertumbuhan.
Rencana impor pakaian bekas cacahan atau shredded worn clothing (SWC) dari Amerika Serikat ke Indonesia memicu perdebatan di kalangan pelaku industri, pemerintah, dan pengamat ekonomi. Wacana ini muncul dalam konteks kerja sama dagang antara kedua negara melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Di satu sisi, impor SWC dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan baku bagi industri tekstil daur ulang yang tengah berkembang di Indonesia. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor tekstil serta potensi masuknya pakaian bekas ilegal ke pasar domestik.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat menentukan. Dalam dua tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tekanan sekaligus, mulai dari maraknya impor ilegal, melemahnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya tuntutan standar global terhadap produk tekstil. Kondisi tersebut membuat pelaku industri tidak lagi dapat menjalankan bisnis dengan pola lama. Adaptasi melalui inovasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar industri tetap mampu bertahan sekaligus berkembang secara berkelanjutan.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah berada pada titik krusial yang menentukan arah masa depannya. Dalam dua tahun terakhir, sektor ini menghadapi berbagai tekanan berat yang sering disebut sebagai “badai sempurna”. Arus impor ilegal yang semakin deras, melemahnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya standar pasar global menjadi tantangan nyata bagi para pelaku industri. Dalam kondisi tersebut, menjalankan bisnis dengan cara lama tidak lagi cukup. Industri tekstil kini dituntut untuk beradaptasi melalui inovasi teknologi agar dapat bertahan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
- Toko Bombay Tekstil Banjarmasin Tawarkan Beragam Pilihan Kain untuk Masyarakat
- Industri TPT dan Alas Kaki Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Lebaran
- Ekonom UNAIR Ingatkan Risiko dan Peluang di Balik Perjanjian Tarif RI–AS
- Industri Tekstil Nasional Optimistis Penuhi Kebutuhan Masyarakat Jelang Lebaran
- Modest Fashion Dinilai Jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kota Bandung
- Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Tekstil Jawa Barat, Pengiriman Ditunda dan Biaya Logistik Melonjak
- Peluang Ekspor ke AS Terbuka, Daya Saing Industri Indonesia Jadi Penentu
- Festival Sarung Dorong Kebangkitan Sentra Tekstil Majalaya di Tengah Tekanan Industri
- Tarif Nol Persen RI–AS Belum Tentu Pulihkan Industri Tekstil Nasional
- Airlangga Optimistis Industri Tekstil Indonesia Tetap Diminati Investor Global
Page 34 of 136
- You are here:
-
Home
-
BERITA TERKINI
- INDONESIA
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia